**************************
TINTA MERAH KESALAHAN PEMERINTAH BIDANG PENDIDIKAN (Marsigit UNY)
****************************
Yang saya maksud tinta merah kesalahan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah teori, rekomendasi dan perintah melalui Kurikulum 2013 tentang Metode Scientific. Berikut analisis saya:

1. Metode Scientific secara ontologis baru mewakili seperlima metode hidup yang ada. Lima metode hidup itu meliputi: Scientific, Regularity, Developing, Implementing dan Spirituality. Jika pemerintah melalui sistem pendidikan hanya mempromosikan dan menjadikannya ICON yaitu Metode Scientific, jelas tidak hanya keliru tetapi sesat.

2. Metode Scientific secara ontologis hanya mewakili setengah jenis keilmuan yaitu Natural Science (Natureweistessaften), sedangkan yang tidak dapat terwakili adalah Ilmu Humaniora (Geistesweissensaften). Yang cocok dengan Ilmu Humaniora adalah Metode Hermeneutics.

3. Metode Saintifik hanya mewakili seperempat struktur hidup manusia dan masyarakat yaitu aspek materialnya saja. Sedang struktur hidup dan masyarakat secara hirarkhis dari bawah adalah: material, firmal, normatif dan spiritual.

4. Metode Santifik hanya mewakili seperlima hakikat kemampuan manusia, sebab lima kemampuan manusia secara hirarkhis dari bawah meliputi: bisa, pandai, kreatif, wasis, dan bijaksana. Metode Saintifik tidak cukup dapat masuk ranah wasis dan bijaksana.

5. Metode Saintifik hanya mewakili dua pertiga ranah kompetensi siswa yaitu kognitif dan psikomotor, sedangkan afektif tidak dapat dijangkaunya.

6. Metode Saintifik hanya mewakili separuh kebenaran yaitu _sintetik a posteriori_. Sedangkan yang lain adalah _analitik a priori_.

7. Metode Saintifik hanya mewakili dua pertiga ranah filsafat hidup yaitu Ontologi saja tidak sempurna, Epistemologi saha tidak sempurna. Yang tidak tetwakili adalah etik dan estetika.

8. Konsep Metode Saintifik yang dibuat pemerintah Indonesia melalu Kurikulum 2013, mengalami CACAT dan salah FATAL, sebab menghilangkan langkah HIPOTESIS. Semua Metode Saintifik di dunia pasti memuat langkah hipotesis, tetapi oleh Indonesia, demi memperoleh singkatan 5 M, langkah hipotesis diganti dengan MENANYA. Langkah MENANYA tidak bermakna, tidak punya arti, dan membingungkan semua guru. Padahal arti hipotesis adalah _rumusan sementara_atau _kesimpulan sementara_ yang akan dibuktikan kebenarannya melalui pengamatan dan percobaan.

9. Metode Saintifik telah mereduksi semua metode dan fenomena tunggal manusia menjadi satu dan seragam yaitu Generasi Metode Saintifik Bangsa. Maka ada banyak unsur lain yang tereliminasi: empati, intuisi, toletansi, etik, estetika, budaya, seni, bahasa, humaniora.

KESIMPULAN:

Metode Saintifik Indonesia telah meletakkan, dan sedang menciptakan KRISIS KEMANUSIAAN Bangsa Indonesia.
SOS, SAVE OUR SOUL.

Status FB Prof. Marsigit UNY

Yogyakarta, 21 April 2017

Iklan